Pembiayaan Perbankan Menurut Hasil Liaison tw II-2009
Perbankan
Contact liaison30 di industri udang beku mengeluhkan masih tingginya tingkat bunga saat ini, dan menjadi salah satu penyebab tergerusnya laba perusahaan di triwulan laporan. Dalam rangka pembiayaan ekspor, perusahaan melakukan pinjaman dalam bentuk mata uang rupiah dan mata uang asing.
Sementara di sektor industri garmen, salah satu contact31 saat ini menggunakan pembiayaan investasi dan modal kerja dari lembaga keuangan non-bank dengan tingkat bunga 20% per tahun. Pembiayaan tersebut mengambil porsi 30% dari kebutuhan pembiayaan perusahaan. Perusahaan berharap dapat mengambil pinjaman dari bank, namun selalu terkendala dengan prosedur yang terlalu lama sehingga berpotensi menghambat perusahaan dalam mengikuti suatu tender. Untuk contact liaison32 lainnya di sektor yang sama, saat ini telah menggunakan pembiayaan dari bank.
Contact liaison33 di industri pengolahan vulkanisir ban saat ini telah mengunakan pembiayaan investasi dari bank dengan suku bunga 14% per tahun. Namun, untuk pembiayaan modal kerja, perusahaan menggunakan 100% dari modal sendiri.
Contact liaison34 di sektor perdagangan alat berat saat ini menggunakan pembiayaan melalui bank asing yaitu Bankok Bank terutama untuk pembiayaan modal kerja untuk pembelian unit, letter of credit (L/C) dan overdraft. Perusahaan juga mengharapkan agar tingkat nilai tukar dapat
dijaga pada level Rp9.000/ US$ agar tingkat harga jual produk menjadi lebih kompetitif.
Contact liaison di sektor industri pembuatan tahu tempe35 melaporkan bahwa sampai saat ini perusahaan masih mengandalkan dana internal. Namun demikian, perusahaan sering mengalami permasalahan arus dana. Hal ini disebabkan untuk pembelian bahan baku kedelai impor yang berkualitas baik, pihak distributor meminta pembayaran secara tunai. Di sisi lain penjualan perusahaan sering dilakukan secara angsuran. Untuk itu perusahaan mengharapkan untuk mendapatkan pinjaman bank dengan syarat dan suku bunga lunak mengingat status perusahaan yang merupakan usaha MKM.
Investasi
Beberapa contact liaison17 melaporkan adanya peningkatan investasi di triwulan II-2009 yang bertujuan untuk memperluas pasar perusahaan. Di sektor garmen, investasi ini dilakukan untuk membangun unit produksi baru senilai Rp3 miliar sebagai persiapan memasuki pasar ekspor di tahun 2010. Sementara di sektor industri kayu, bentuk investasi berupa pembangunan pabrik kertas di Kumai, Kotawaringin Barat. Nilai investasi ini diperkirakan mencapai Rp7 triliun. Pada industri udang beku, perusahaan berencana melakukan perluasan produk untuk jenis udang tiger yang lebih besar. Selain itu, perusahaan juga memperluas usaha sampingannya yaitu berupa pabrik pengolahan es.
Sementara, di industri pengolahan migas, contact liaison18 berencana melakukan penambahan kapal tugboat untuk menarik kapal tanker dari pelabuhan. Namun demikian, sifat investasi ini lebih bersifat penggantian.
Perkembangan di contact liaison lainnya dilaporkan cenderung tetap dan memilih untuk tidak menambah investasi di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
cek kursus kami

======

---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar